Pilot 22 Agustus 2026:6 dari 100 situs sekolah dan desa tersusupi judi
Situsmu bersih di matamu, penuh judi slot di mata Google. Poelih memperlihatkannya, lalu menuntunmu membersihkannya.
smpn20kendari.sch.id, diperiksa 22 Agustus 2026. Tarik pembatasnya.
Satu halaman, dua wajah. Beranda yang sama diambil dua kali dalam hitungan detik, sekali sebagai pengunjung biasa dan sekali sebagai Googlebot. Judul di bilah jendela adalah judul asli dari lapangan.
Isi halaman digambarkan sebagai balok, bukan tangkapan layar, supaya situs korban tidak ikut dipermalukan dan supaya halaman ini tidak ikut menyebarkan iklan judinya.
Empat langkah, dan yang terakhir yang paling penting. Mendeteksi itu bagian yang mudah dan sudah banyak yang melakukannya. Yang belum ada adalah yang menemani pengelola situs sampai situsnya benar-benar pulih.
01
Memperlihatkan
Beranda diambil dua kali, sebagai pengunjung dan sebagai Googlebot, lalu ditaruh berdampingan. Kalau kedua sisinya berbeda, kamu langsung melihatnya sendiri tanpa perlu paham istilah teknis apa pun.
Pengunjung
Googlebot
02
Mengukur parahnya
Berapa banyak penanda yang muncul, sudah terlihat pengunjung biasa atau baru mesin pencari, dan seberapa kuat penandanya. Vonisnya satu kalimat, bukan tabel skor.
Skor Googlebot
92
Vonis: cloaking
03
Menunjuk pintu masuknya
Dari yang terbaca dari luar secara sah: jenis CMS dan versinya, tema atau plugin yang usang, berkas yang tidak sengaja terbuka. Semuanya dinyatakan sebagai dugaan berperingkat, bukan kepastian.
04
Menuntun membersihkan
Bagian yang tidak dimiliki siapa pun di lapangan. Urutan langkah dalam bahasa manusia, plus tautan pengajuan normalisasi TrustPositif, permintaan indeks ulang lewat Search Console, dan templat laporan ke PANDI.
- 1Cabut berkas yang disusupkan
- 2Tutup lubang masuknya
- 3Ajukan normalisasi dan indeks ulang
Belum ada yang tahu seberapa luas ini sebenarnya
Pemindaian penuh berjalan sepanjang September 2026 dan hasilnya diterbitkan di sini, terbuka untuk siapa saja. Angka di bawah ini hasil pilot, bukan hasil akhir.
host .sch.id dan .desa.id
sudah terkumpul
dari 50 situs desa
yang diperiksa
dari 50 situs sekolah
yang diperiksa
situs tersusupi menyembunyikan
halamannya dari pengunjung
Apa adanya soal batasannya: dua sumber daftar situs punya bias masing-masing, deteksinya berbasis kata kunci dan bukan pemahaman isi, dan yang diperiksa baru beranda. Setiap angka di halaman ini adalah batas bawah, bukan jumlah sebenarnya.
Indonesia sudah punya pendeteksinya. Yang belum ada penolongnya. Semua yang ada di bawah berhenti di mendeteksi, mendaftar, melaporkan, memblokir, atau menurunkan.
| Layanan | Pemilik | Yang dilakukan |
|---|---|---|
| IDADX | PANDI | Memantau penyalahgunaan domain .id dan menerima laporan publik |
| TrustPositif | Komdigi | Basis data pemblokiran, plus pengajuan normalisasi |
| Aduankonten | Komdigi | Kanal pelaporan konten negatif |
| ITSA | BSSN | Asesmen kerentanan mendalam, manual dan atas permintaan |
| Poelih | Nasgor Goreng | Memulihkan situsnya, bersama orang yang mengurusnya |
Akibatnya nyata. Alur PANDI berujung pada domain yang dinonaktifkan, alur Komdigi berujung pada pemblokiran. Di ujung sana ada guru TIK dan perangkat desa yang tidak pernah tahu situsnya disusupi, dan setelah situsnya hilang pun tidak ada yang menjelaskan apa yang terjadi.
Poelih dibangun sebagai pelengkap IDADX, bukan penggantinya. Deteksi mereka jauh lebih luas daripada yang bisa kami capai. Yang kami kerjakan adalah bagian yang selama ini kosong: satu jam berikutnya setelah seseorang tahu situsnya bermasalah.